Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Malam ini, tadi petang,29 sept sebuah diskusi aku ikuti. Judulnya ‘enlightenment’.

Di mulai dari abad 15-18, konon, ini adalah masa krusial bagi bangsa Eropa. Munculnya era reinaisance ‘re-birth’ ditandai dengan hadirnya pertentangan hebat antara ilmu pengetahuan dengan ilmu pengeTuhanan.

Konon katanya sebelum periode ini, tidak pernah terlintas dalam pikiran orang eropa mempertanyakan ‘kebaikan’ raja apalagi mempertanyakan ‘kebenaran Tuhan’.

Masa Enlightenment sebaliknya ditandai dengan pertanyaan2 ‘kenapa?’, ‘kok bisa?’, ‘ah masak sih?’ dan segudang pertanyaan2 mendasar yang konon kitab suci pun sulit untuk menjelaskannya. Lantas, masa ini pun diidentifikasi sebagai masa mempertanyakan, ‘era of reasoning’.

Menarik sekali.

Masa ini juga menceritakan Raja Inggris, ???VIII, menyatakan diri sebagai pimpinan gereja dan teritori Ingris zaman dulu. Tak lagi bersedia tunduk ke penguasa Roma, dengan birokrasinya yang luar biasa rapinya dari zaman Romawi sampai hari ini. Katanya Raja Inggris ini mau kawin lagi dilarang oleh institusi gereja waktu itu. Apalagi permaisurinya, putri Raja Spanyol, Raja yang terkenal dekat dengan Katolik Roma.

Di zaman ini pula lah lahir dan bertarung ide2 utama bangsa eropa yang ditokohkan oleh: Martin Luther, Immanuel Kant, Rosseau, Adam Smith, Shakespear dll dkk… Banyak sekali tokoh2nya.

Inggris utk pertama sekali punya Parliament dan anggotanya lantas ‘bersekongkol’ menyingkirkan raja. Tak jauh beda dengan Perancis, cuman korbannya jauh lebih banyak.

Raja Perancis dibunuh, Tuhan dalam pengertian gereja dipertanyakan, tapi disebut masa pencerahan.

Ckckckck Luar biasa!!! Maccam mana ceritanya?

Zaman ini juga berbuah penemuan mesin uap dan industrialisasi di Inggris. Orang berduyun2 dari desa ke kota. Berlomba menjadi pekerja. Kota makin ramai dan makin tidak teratur. Hidup di kota persis kayak Ibu Tiri waktu itu. Pedih dan pahit. Orang2pun menjadi individualis, materialis dan mengagungkan kapitalis. Lantas semakin industri maju, sumber daya material juga semakin langka. Bangsa Eropa pun mulai berlayar utk bersenang2 memenuhi rasa penasarannya. Katanya gold, gospel n glory.

Di penghujung era ini, merdekalah Amerika 1776, yang tak mau lagi diatur Inggris yg 8000mil jauhnya dari Amerika. George W dkk, setuju pemerintahan jadi Republik, persis mimpi Kaisar Romawi menjelang runtuhnya era kejayaan Romawi.

Lantas apakah dengan tercerahkannya eropa sbg bangsa yang ilmunya menyebar kemana2 ini, penduduk bumi ini keseluruhan tercerahkan?

Pertanyaannya terlalu jauh, barangkali!!!

Ada orang bilang skrg ini zamannya re-enligthenment. Seperti apa bentuknya? Saya pun tak tahu. Hanya rasa2nya, sejak dunia ini mulai terlihat sempit akibat revolusi teknologi dan informasi, kelihatannya sudah lebih banyak orang yg mempertanyakan banyak hal yang dulunya dianggap tabu dan diterima begitu saja.

Mungkin dengan ‘mata rohani’, gereja zaman dulu bisa jadi benar kalau dunia ini bisa dibilang datar! Karena gak perlu kemana2 utk tahu apa2, bahkan melakukan banyak hal cukup melalui media2 canggih. Semuanya berubah cepat sekali. Globalisasi katanya! Era dimana pertarungan tak lagi didalam batas2 negara.

Konon, Darwin bilang, yang terkuatlah yang menang. Adaptasi!!! Binatang beradaptasi, kalau tidak akan mati. Adaptasi yang lama, perlahan2, namanya evolusi. Kalau cepat namanya revolusi.

Loh kaitannya sama enlightmen apa? Ya itu, era mencari jati diri yang sebenarnya. Apa yang manusia bisa selain dari pada yang tertulis.. Katanya.. Katanya.. Manusia semakin tertantang memuaskan keingin tahuan dan keingin rasaannya. Menjadi manusia menurut manusia, semakin manusia mementingkan dirinya, semakin mengenal haknya, semakin dia menyadari naluri binatangnya. Yang kadang suka memangsa sesamanya.

Makanya diera ini jugalah muncul kontrak sosial, yang intinya ‘sesama binatang jangan saling mem-binatangi’. Muncullah pembatasan kebebasan ‘berburu’, cara berburu, siapa dan kapan, dalam kerangka harus menjadi ‘homo homini sosius’.

Kontrak sosial ini muncul dr tingkat keluarga, RT, RW, Lurah, Camat s.d. Pemimpin negara dan negara-negara. (Istilahnya beda kalau di eropa sana tp intinya persis).

Kontrak sosial ini intinya sama yaitu ada kontaktor pemberi dan penerima. Hanya bedanya ada yang ngasih hak dan kewajiban sama rata utk semuanya, atau ngasih berbeda per individunya (communism vs liberalism-Individualism). Aturan mainnya pun jadi beda2. Yg satu pintar goblok penghasilan sama, yg satu lagi yang lebih dapat lebih.

Karea yang goblok aja dapatnya sama dengan yang pintar makanya lama2 bisa dibilang semuanya milih goblok. Sesimpel itukah? Tentu tidak, butuh waktu lama bagi yang pintar utk jadi goblok. Sebaliknya butuh waktu relatif cepat bagi yang goblok jadi pintar, asal jangan mau dibodoh2i sama yang pintar! katanya sih. Kalau hitungannya waktu berarti yang goblok lebih pintar dari yang pintar, benarkah? Atau sebaliknya. Sama2 manusia kok bisa beda. Ya bedalah, apanya dan kenapa? Tanya sama yg goblok, pintar! Belajar dari yang pintat, goblok!

Hehehehe, aku pun tak tahu kok bisa kek gini jadinya akhir ceritanya.. Jadi bingung! Katanya kalau bingung berarti mikir!!!

Btw, ini hanya celoteh seorang MAHA-siswa yang lagi dalam proses ‘pencerahan’, yang sedang suka ‘bertanya’. Kadang2 mempertanyakan diri sendiri, kenapa bertanya pertanyaan yang jawabannya toh dipertanyakan?

Yang pasti besok jangan lupa makan, jangan disamakan dgn pertanyaan besok baru bisa ngutang! Kalau mau puasa, jgn coba2 lebih dari 40 hari nanti anda sibuk jadi bahan penelitian..

Tanya KenAPA sama siAPA!!!!

2009 November

Ups and downs.

Maju mundur dan naik turun, mengiringi perjalanku menapakai tahun 2009. Tahun ini adalah tahun yang sungguh berwarna. Ada kepedihan mendalam dan ada suka cita yang dua-duanya sama porsinya.

Memasuki akhir 2009 adalah awal perencanaan 2010. Banyak hal yang tidak terreaslisasi  di tahun 2009 ini. Seperti nasehat orang tua ‘manusia berencana, Tuhan yang menentukan’.

Sebuah kontemplasi dan permenungan di penghunjung tahun adalah waktu yang sangat sakral bagiku secara pribadi. Melihat ke belakang dan mengamati kondisi sekarang sebagai cerminan masa depan yang masih dalam kontruksi alam pikiran.

Manusia Bertumbuh.

Setiap hari terasa cepat berlalu ketika kita menikmati, sebaliknya terasa lama sekali tak kala harus menunggu dan merasakan beban hidup yang tak kunjung pergi. Namun suka dan duka adalah bagian dari sebuah proses. Dalam nikmatnya hidup, mencicipi antara suka dan duka terjadi proses pembelajaran, manusia bertumbuh. Ketika pertumbuhan itu memasuki musim dan waktu yang tepat, dengan sendirinya manusia itu akan berbuah. Dan sebenarnya pertumbuhan itu sendiri merupakan buah dari manusia.

Masa Depan adalah sebuah misteri.

Ada yang menganalogikan hidup seperti roda pedati. Terkadang dibawah-terkadang di atas. yang membedakan posisi atas dan bawah salah satunya adalah waktu. Waktu terbungkus dalam sebuah masa. Masa  lalu, sekarang dan masa depan yang akan datang. Perubahan dalam hidup manusia adalah sebuah hakekat yang abadi. Waktu telah memberikan harapan bagi manusia untuk memimpikan sebuah roda pedati. Masa depan menjadi sebuah misteri karena menjanjikan sebuah harapan yang tidak pasti, sepasti perubahan dalam diri manusia sendiri.
Seperti sebuah antunan lagu, bukan hak kita melihat yang akan datang.

Que sera-sera, what ever will be will be
The future not ours to see
Que sera-sera.

Selamat berkontemplasi bagi kita semua. Have a decent journey.

This is the last month of 2008, a lot of moments to remember, passed through the dry and rainy seasons. They were up and down. Rolled over and made a history of mine.
Worthies then ever, i had an enjoyful moments that shared with friends and people i’ve met during 2008.
Searching and searching for better and better ‘ME’ will be an unending journey.
I’d love to say…’thanks God, i can feel You everyday in my life’
In details, i’ve got so many achievements… some of them were new to me, some were the old but in better presence.
And humanly, there were so many failures too. I believe that everyone of us experienced those up and down, and one or more were the ‘magic or tremendouz moments’ that you all never predicted before.
If you wanna share some of them, that will be a wonderful stories.
So please go on and write i down, consider as a time for your relexation…

At least we knew and recognized what we’ve been through..

I believe the sharing will give you  some contemplation and preparation time  for 2009.

Thanks a lot…

Btw do you have some quotes and predictions for 2009? Better start thingking now!

takingnowhere1Some keywords:

…more than one billion people-a fifth of the world’s population-throughout the world live on less than a dollar a day….

…trade liberalization…

…labor flexibility…

…reduction of minimum wages…

…privatization of staterun enterprises…

…huge reductions in the size of government…

…food security and hunger…

…removal of subsidies…

…reduction of school enrollment…

…children work rather than go to school…

…privatization of health care systems…

…water privatization…

…environmental damages…

…control over their own economic decisions…

…just development…

Mungkin di antara kita ada yang familiar dengan penggalan-penggalan ini. Mudah-mudahan dapat membantu menambah istilah2 anda ketika ‘bercuap-cuap’ atau sekedar bicara ‘ngalor ngidul’ tentang ekonomi global.

Selamat mencari garis lurus dari penggalan-penggalan di atas.

Be prepared!!

Begitu kira-kira nasehat guruku abangku tercinta.

Keseharianku adalah PNS. Yang masuk pagi 7.30 dan baru bisa pulang setelah 17.00.
PNS bukan cita-citaku, karena seingatku sewaktu kecil aku terlalu pintar, untuk punya satu cita-cita.
Seolah-olah semua cita-cita teman2ku waktu itu sudah pernah terlintas di benakku. Terlalu nakal dan liar mungkin untuk anak seusia itu. Mengidolakan triad-triad Hongkong dengan segala aksinya, judi, wanita dan parlente sedikit mempengaruhi waktu itu. Apalagi dekat dengan keseharian kehidupan pasar membuat kata-kata cita2 sulit untuk aku terjemahkan.

Seiring berjalannya waktu diriku berproses menjadi seorang PNS, yang juga adalah profesi ompung-ompungku (pegawai kehutanan, kepolisian, dan kejaksaan di zaman dulu). Menjadi PNS dan birokrat mungkin telah ada dalam darahku.

Membandingkan birokrat zaman dulu dengan sekarang tentu saja sangat jauh berbeda. Apalagi berturut-turut negara ini sudah mengalami zaman revolusi, modernisai, dan reformasi. Menjadi PNS di kantor pusat membuat kita sangat dekat dekat pembuat kebijakan, termasuk ‘suasana kebatinan’ pembuatan kebijakan itu sendiri.

Tenggelam=terlalu ‘dalam’
Hampir 2 tahun aku disini, di Jakarta ibukota 220juta penduduk Indonesia tercinta. Menyesuaikan antara harapan dan kenyataan menjadi sangat berbeda disini dibandingkan dengan pengalamanku sewaktu di daerah dulu. Dalam banyak hal aku bisa menikmati, namun tak kala masuk kedalam sini hati sanubari, ada yang kurang dan tidak seimbang. Jakarta menghidangkan mimpi indah sekaligus mimpi buruk bagi PNS seperti diriku. Godaan akan kemewahan dan glamorism sangat jelas di depan mata. Rutinitas sehari-hari terasa menjadi beban dibanding rasa syukur. Akankah ini pertanda aku sedang tenggelam dalam mimpi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ataukah sebaliknya.

Abangku adalah orang yang sangat konservatif, bahkan cenderung sangat kolot realistis. Ketika aku menceritakan mimpi-mimpiku, saat itu juga dia memiliki segudang penjelasan dan argumen untuk membuatku melihat kenyataan dan tidak terlalu banyak menghayal. Walaupun sekedar menghayal memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dengan caraku sendiri.

Begitulah yang aku alami dalam 3 bulan terakhir ini. Mempertemukan dengan abangku yang dulu menyekolahkanku dari kampung adalah suatu kontemplasi yang luar biasa bagiku. Seperti ada gap jarak antara pikiranku dan pikiran konservatifnya. Adakah ini pertanda aku sudah sekian jauh tenggelam dengan kemandirian dan mimpi-mimpiku.

Ini bukan salah benar, tapi sebuah proses. Dan aku yakin banyak diantara kita yang sering kali butuh teman, keluarga yang mengingatkan kita menarik diri, atau sekedar mengambil jarak dari rutinitas keseharian yang menurunkan kadar kepekaan kita terhadap lingkungan sosial kita.

Thanks a lot abangku.

Memenuhi penugasan pimpinan dalam pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran 2008 serta penyusunan anggaran 2009. Bersama 3 orang rekan saya berangkat ke Malang, tepatnya ke Kanwil II Dirjen BC Jawa Timur. Senin 4-6 Agustus 2008
Bertiga kami naik pesawat sriwijaya air, satu2nya maskapai yang tersedia dari Jakarta-Malang-Jakarta.

Sengaja kami naik pesawat untuk menghemat waktu perjalanan, dan tenaga tentunya. Bila naik kereta api, memerlukan waktu kurang lebih 12 jam. Kalau pulang pergi berarti 1 hari penuh teralokasi di jalan, tentunya akan sangat membosankan. Disamping itu anggaran untuk transport sebesar 2juta per sangat sesuai dengan tarif yang ada, dengan pengeluaran real sebesar 1.430. Cukup longgarlah. Dengan mekanisme at cost untuk perjalanan dinas, tentunya sisa alokasi dana tidak dapat dicairkan.
Sesampainya di Bandara Abdulrahman Saleh, kami dijemput dan langsung menuju hotel Grand Palace, bintang 3 dengan pelayanan bagus, untuk ukuran kotamadya.

Setelah beristirahat, dan mandi, kamipun melanjutkan dengan acara makan malam di restoran Galunggung. Menyajikan masakan seafood yang masih segar. Dekorasi yang bernuansa tradisional dan dipenuhi bingkai foto2 artis selebritis, lengkap dengan tanda tangan dan komentarnya. Pendapat saya, dalam kesan pertama, masakannya lumayan, namun kurang dalam kesigapan pelayan, tambahan sambel yang saya minta baru disajikan setelah lauk saya habis. Kau makanlah sambalmu itu! Mungkin banyak pelayan yang ga masuk, atau karena pelanggan banyak. Tapi gpplah, itu bagian dari ‘sajian’ juga.

Selepas makan malam kami langsung kembali ke hotel. Rencananya jalan2 keliling malang besok aja, setelah tugas selesai supaya lebih santai. Ternyata kota Malang terasa dingin di malam hari. Sebelum tidur seperti biasa tak lengkap rasanya kalau aku belum telpon laporan ke pangEnam, atasannya panglima, kekasih tercinta. Tidur cukup, mandi air hangat, lanjut dengan serapan pagi. Setelah menikmati serapan, kemudian kami menuju kantor sesuai penugasan. Tugas selesai pukul 15.00, kembali ke hotel, istirahat.
Melihat respon dari tuan rumah yang kurang mendukung dan dua temanku ada acara masing2, akhirnya aku inisiatif makan malam sendiri. Jauh2 dari Jakarta, kok makan McDonald hehehe.. Niatku bakso malang di kota Malang tak kesampaian. Mungkin belum rejeki.
Sehabis makan aku langsung kembali ke hotel, sambil online dengan PangEnam, kuhabiskan waktuku menikmati StarMovie dengan Black Septembernya Stephen Spielberg dan Ultravioletnya Mila Jovovic. Dan akhirnya tertidur pukul 12.00.
Serapan pagi dengan teman, makan siang dan akhirnya kembali ke Jakarta. I am home again.
Ada yang menarik selama aku naik pesawat, yaitu Pramugari2 Sriwijaya Air yang dengan semangat dan senyum menawarkan barang jualannya. Dengan harga ekonomis, dan kualitas lumayan. Boleh juga tuh, menghilangkan kejenuhan selama perjalanan.

Yang menarik lagi, aku belum bisa memanfaatkan kunjungan dinasku dengan wisata alam dan kuliner. Lain kali harus lebih terencana.
Tapi yang pasti, kekasihku tersenyum dengan oleh2 yang aku bawa. Dan tak sabar utk kembali le kantor. Rindu sama kompiku, dan semua program2 aplikasiku.
Ok sekian dulu. No offense for someone, i just want to share my journey.

@Borobudur Hotel, preparing JHCC 2006 National X’mas Celebration

we were a team? or we are a team?

(Marzuki, Ms, Tamara, Me, Lia , Alex, Budi, Virgin, Novi)

(Maya Namarina, TB SIlalahi, Tamam Hoesein)

Friday on May 9th 2008, soon after the final test ended, my TOEFL Preparation Class dismiss. We continued having lunch together which arranged by Mr.Black, one of my friendly classmate, at Hayam Wuruk Restaurant near the Training Center. It was very special moment to me. Having lunch with the Future Generations of Ministry of Finance, in the future it will be a moment to remind me some steps that I was taken as part of my career plans. Not only for me, but also for the rest of us.

We all completely gathered in a nice place and shared among us, the experiences, the next expectations, and also how the class that gave us some memories to be remembered at last. How every tutors gave their best during the class, and how each of us took a part in day by day lectures from Monday to Friday until one and a half months.

And what about the result? Yes it was an iBT Preparation, but there was something more important, and it was an opportunity in making friendship that seems to be achieved. We enjoyed our lunch like a number of people who are known each other for a long time. We laughed, shared some jokes, showed respect one to another, and closely feeling among us, those all as a maincourse completed with delicious lunch preserved by the resto.

I am so glad to say goodbye, to my class, to all my lovely tutors and the team, Mr.Karim, Mrs.Nancy, Mrs.Linda and Mrs.Evi, thanks for all of your supports and lectures in Speaking, Writing, Reading and Listening. Although your missions was over and well accomplish, but it was just the beginning for us. Improving our ability and skill in English won’t be over yet, so goodbye to you but welcome to the new preparation.

So, Thank you everyone, it’s been a great pleasure and wonderful moments sharing with all of you. I wish every best in your day.

Goodluck to you all of my classmate! Juan, Taufik, Kresia, Arisna, Pangi, Romeo, Black, Zef, Intan, Pram, Adzen, Kaesto, Dony, Rina, Beny, Desty, Cahyo, Didik, Nurbi, Agung2, Anwar.

Marudut R. Napitupulu

“Have no friends not equal to yourself”

besar-kecil.jpg

mau lebih lagi disini!

Warning!

Rakyat butuh hiburan. Bukan dongeng, yang membuat rakyat bermimpi tentang makanan yang lebih enak, perumahan yang lebih baik, pendidikan yang lebih baik, akses perawatan kesehatan yang terjangkau, lapangan kerja yang lebih banyak.

Rakyat butuh bukti bukan janji!

Bah kok jadi melenceng… (hehehehe menutupi kebanditan yang ga terbendung melihat morat-maritnya ibukota.. bah melenseng lagi!)

Senang rasanya aku mendengar kabar baik darimu. Kemarin aku memikirkan hidupmu dengan segala tetek bengeknya.

Then you called me ‘I am your bestfriend’, ucapmu setelah menceritakan ‘happy news’ yang baru saja kau terima.

 

Kabar gembira yang kau sampaikan membuatku bersyukur, sekaligus melihat sebuah manfaat positif bagimu dari perpisahan kita. Cool..

 

Rasa yang pernah kau tinggalkan tak bisa dipungkiri menjadi perdebatan antara benci dan sayang. Sangat sulit menyaring, dan memisahkan ke dalam dua kotak itu. Sangat sulit memilah waktu yang kita lewati bersama, memutuskan yang mana ‘kau jahat’ yang mana kau jadi ‘hancinkasman-ku’ (honey,cinta,kasih,manja-ku).

 

Pernah suatu ketika aku merindukanmu, dan aku tahu kaupun begitu.

Aku memutuskan untuk melangkah… melangkah jauh.

Sekalipun tak ada ragu, tapi aku tahu ada perasaan rindu. Bukan merindukanmu yang sekarang. Hanya sosokmu yang dulu, yang jauh dari duniaku. Membuatku tertarik ke dalam dunia baru yang akupun sepertinya mau. Sosok itu sepertinya masih bisa datang berturut-turut dalam hitungan waktu, satu persatu, sampai pada saat aku tak sadar kalau kau tak berada di dunia itu lagi.

 

Kaget rasanya menyadari. Kucoba meraba merangkai sosokmu. Mengelus-elus rambutmu, membayangkan aromamu dalam pejam mataku, tak kutemukan ‘dia’ yang pernah kurindu, pernah membuatku memohon berhentinya sang waktu. Dan seketika aroma kebencian, dendam dan amarah menggantikan sosokmu. Penyesalan membuatku heran, bahkan keraguan kupandang sebagai sebuah jawaban. Aneh… aku menikmati rentetan waktu dan semua jalinan kisah yang terjadi. Menikmati dengan caraku sendiri, yang seolah-olah tersenyum menantang dan mengingkari kesendirianku.

 

Hari berganti, bulan berputar kembali. Hampir setahun telah kita putuskan untuk tak lagi terikat pada janji, pada komitmen berbagi dengan cara kita sendiri. Kau sudah ada yang punya, dan aku sudah pun dapat kekasih tercinta.

 

Melangkah, menghitung hari. Menyusuri hari esok yang akan menjadi esok tak kala mentari terbenam dan bersinar kembali. Beragam aroma yang pernah kau tinggalkan kan selalu terangkai, menjadi sebuah kisah yang tak dapat diulang kembali. Hanya sang waktu yang bisa menjawab, membantuku memaknai, membawa arti dari sepuluh tahun yang pernah terlewati, pernah terbagi, untuk menjadi sebuah senyuman yang untuknya sebuah kisah pernah terjadi.

 

‘be happy’ mantanku, aku mau bermimpi indah tentang hari esokku.

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.