Memenuhi penugasan pimpinan dalam pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran 2008 serta penyusunan anggaran 2009. Bersama 3 orang rekan saya berangkat ke Malang, tepatnya ke Kanwil II Dirjen BC Jawa Timur. Senin 4-6 Agustus 2008
Bertiga kami naik pesawat sriwijaya air, satu2nya maskapai yang tersedia dari Jakarta-Malang-Jakarta.

Sengaja kami naik pesawat untuk menghemat waktu perjalanan, dan tenaga tentunya. Bila naik kereta api, memerlukan waktu kurang lebih 12 jam. Kalau pulang pergi berarti 1 hari penuh teralokasi di jalan, tentunya akan sangat membosankan. Disamping itu anggaran untuk transport sebesar 2juta per sangat sesuai dengan tarif yang ada, dengan pengeluaran real sebesar 1.430. Cukup longgarlah. Dengan mekanisme at cost untuk perjalanan dinas, tentunya sisa alokasi dana tidak dapat dicairkan.
Sesampainya di Bandara Abdulrahman Saleh, kami dijemput dan langsung menuju hotel Grand Palace, bintang 3 dengan pelayanan bagus, untuk ukuran kotamadya.
Setelah beristirahat, dan mandi, kamipun melanjutkan dengan acara makan malam di restoran Galunggung. Menyajikan masakan seafood yang masih segar. Dekorasi yang bernuansa tradisional dan dipenuhi bingkai foto2 artis selebritis, lengkap dengan tanda tangan dan komentarnya. Pendapat saya, dalam kesan pertama, masakannya lumayan, namun kurang dalam kesigapan pelayan, tambahan sambel yang saya minta baru disajikan setelah lauk saya habis. Kau makanlah sambalmu itu! Mungkin banyak pelayan yang ga masuk, atau karena pelanggan banyak. Tapi gpplah, itu bagian dari ’sajian’ juga.
Selepas makan malam kami langsung kembali ke hotel. Rencananya jalan2 keliling malang besok aja, setelah tugas selesai supaya lebih santai. Ternyata kota Malang terasa dingin di malam hari. Sebelum tidur seperti biasa tak lengkap rasanya kalau aku belum telpon laporan ke pangEnam, atasannya panglima, kekasih tercinta. Tidur cukup, mandi air hangat, lanjut dengan serapan pagi. Setelah menikmati serapan, kemudian kami menuju kantor sesuai penugasan. Tugas selesai pukul 15.00, kembali ke hotel, istirahat.
Melihat respon dari tuan rumah yang kurang mendukung dan dua temanku ada acara masing2, akhirnya aku inisiatif makan malam sendiri. Jauh2 dari Jakarta, kok makan McDonald hehehe.. Niatku bakso malang di kota Malang tak kesampaian. Mungkin belum rejeki.
Sehabis makan aku langsung kembali ke hotel, sambil online dengan PangEnam, kuhabiskan waktuku menikmati StarMovie dengan Black Septembernya Stephen Spielberg dan Ultravioletnya Mila Jovovic. Dan akhirnya tertidur pukul 12.00.
Serapan pagi dengan teman, makan siang dan akhirnya kembali ke Jakarta. I am home again.
Ada yang menarik selama aku naik pesawat, yaitu Pramugari2 Sriwijaya Air yang dengan semangat dan senyum menawarkan barang jualannya. Dengan harga ekonomis, dan kualitas lumayan. Boleh juga tuh, menghilangkan kejenuhan selama perjalanan.

Yang menarik lagi, aku belum bisa memanfaatkan kunjungan dinasku dengan wisata alam dan kuliner. Lain kali harus lebih terencana.
Tapi yang pasti, kekasihku tersenyum dengan oleh2 yang aku bawa. Dan tak sabar utk kembali le kantor. Rindu sama kompiku, dan semua program2 aplikasiku.
Ok sekian dulu. No offense for someone, i just want to share my journey.
Lengkap sekali laporan perjalanan dinas
Horas…
Wah, bapak Napit satu ini ga pernah letih untuk terus berkarya…
Sukses selalu ya bang…
GBU